Pengembangan Pariwisata Syaratkan Perencanaan Terpadu

Pangkalpinang - Pembangunan dan pengembangan pariwisata yang cepat dan pesat membutuhkan suatu perencanaan yang terpadu.

Demikian dikatakan Rusni Budiati, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat membuka acara Seminar Laporan Antara Kegiatan Penyusunan Rencana Induk Rencana Detail (RIRD) Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi (KSPP) Muntok dan Sekitarnya, di Hotel Bangka City, Kamis(18/10/2018).
 
Seminar ini merupakan seminar lanjutan atau kedua dari kegiatan Penyusunan RIRD KSPP Muntok dan Sekitarnya. Seminar Laporan Awal telah dilaksanakan di Hotel Pasadena, Muntok, Bangka Barat, Rabu(15/8) lalu.

Rusni mengatakan bahwa perencanaan pariwisata bukan hal yang sederhana, tapi sarat akan berbagai pertimbangan.

"Perencanaan ini terkesan sangat simpel, kenyataannya untuk menyusun perencanaan kepariwisataan harus mempertimbangkan berbagai faktor terkait lainnya," kata Rusni.

Dengan dokumen perencanaan yang dihasilkan dari seminar, lanjut Rusni, agar dapat menjadi panduan pembangunan kepariwisataan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Dokumen perencanaan kepariwisataan diperlukan agar program dan kegiatan kepariwisataan lebih terarah, terkoordinasi, serta berdasarkan kajian dan pertimbangan yang scientific dan partisipatory," lanjutnya.

Rusni juga mengatakan bahwa seminar dilaksanakan di Pangkalpinang karena pentingnya masukan-masukan membangun dari pihak terkait lainnya, yang lebih luas.

"Seminar Laporan kemarin kita laksanakan di Muntok. Yang kedua kita laksanakan di Pangkalpinang, karena Muntok adalah KSPP dan penting bagi perangkat daerah dan stakeholder yang lebih luas untuk terlibat dalam perencanaannya," katanya.

Rusni meminta agar setiap pihak terkait dapat memberikan masukan agar tersusunnya dokumen perencanaan ini.

"Saya minta agar kita semua dapat memberikan masukan-masukan yang penting bagi tersusunnya pedoman perencanaan kepariwisataan ini," pintanya.

Kepala Seksi Kawasan Strategis Pariwisata, Yuliarsih menginformasikan bahwa tim ahli yang terlibat berasal Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P2PAR), Institute Teknologi Bandung (ITB).

"Dalam kegiatan ini kita melibatkan 10 orang tenaga ahli dari P2PAR ITB, sebagai tim penyusun," kata Yuliarsah.

Yuliarsih menambahkan bahwa tim penyusun akan memaparkan kemajuan terkait Penyusunan RIRD KSPP Muntok dan Sekitarnya.

"Nanti setelah ishoma, tim penyusun akan memberikan paparan apa saja kemajuan terkait penyusunan RIRD KSPP Muntok dan Sekitarnya ini. Titik-titiknya dimana saja dan apa yang harus dilakukan," tambahnya.

Seminar Laporan Antara ini dihadiri oleh lima puluh peserta yang berasal dari instansi pemerintah terkait, stakeholder, akademisi, dan sekumlah pihak terkait lainnya.

Penulis dan foto: Ernawati Arif
Sumber : Bidang Deatinasi Disbudpar Babel

Sumber: 
Bidang Destinasi Disbudpar Babel