Phak Khak Liang

Bahasa Indonesia/English

Pulau Bangka merupakan daerah pertambangan timah terbesar di Indonesia. Hampir seluruh daerahnya menyimpan bijih timah, baik di darat maupun dilautan. Salah satu kawasan pertambangan terbesar yang di produksi oleh PT. Timah. Tbk adalah kawasan Pha Khak Liang di daerah kampung Kusam, Kelurahan Kuto Panji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Seperti kawasan lain yang sudah tidak berproduksi lagi, kawasan Pha Khak Liang pun meninggalkan lobang besar yang dipenuhi air seperti danau dengan kedalaman beragam, hingga mencapai puluhan meter yang oleh warga setempat disebut ‘Kolong’. PT. Timah biasanya mereklamasi kawasan tersebut dengan menanami pohon akasia.

Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, beberapa putra Belinyu berfikir untuk memanfaatkan lokasi eks tambang tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk dunia pariwisata. Akhirnya mereka bermufakat untuk membuat sebuah taman dengan basis danau (kolong) dengan arsitektur bangunan bernuansa China, karena banyak dari mereka merupakan keturunan etnis China. Ide tersebut terrealisasi pada sekitar tahun 1990 an.

Pada mulanya, Pha Khak Liang belum dikenal sebagai tempat wisata, bahkan oleh masyarakat kota Belinyu sendiri. Jalan menuju kawasan tersebut masih berupa jalan setapak yang becek di musim hujan dengan rawa – rawa dikiri kanannya. Diawali dengan cerita dari mulut ke mulut, akhirnya semakin banyaklah masyarakat Belinyu yang mengunjungi kawasan tersebut dengan menggunakan motor, lama kelamaan, jalan diperlebar, perkampungan semakin bertumbuh dan kendaraan roda 4 pun semakin banyak yang masuk ke wilayah tersebut. Wisatawan nusantara pun semakin banyak yang mengenal taman wisata Pha Khak Liang setelah beberapa media local dan nasional memuat berita mengenai Taman wisata tersebut.

Memasuki kawasan tersebut kita disambut oleh gerbang naga sebelum mencapai tempat parkir. Setelah memarkirkan kendaraan, jalan masuk diarahkan menuju kelenteng yang disampingnya terdapat sebuah patung Kuda Putih yang disebut sebagai Dewa Penolong. Kemudian didepan kelenteng terdapat tangga turunan untuk mencapai sumur yang dipercaya oleh masyarakat tionghoa sebagai sumur keberuntungan. Tepat di depan sumur, terdapat jalan zigzag di atas kolam ikan yang mengarah ke gazebo ditengah danau. Pengunjung dapat memilih bersantai di gazebo atau melihat ikan – ikan yang berenang seraya menanti makanan yang biasanya dilemparkan oleh pengunjung. Di sebelah kiri terdapat bangunan dengan aliran air sungai buatan. Menyusuri jembatan diatas aliran sungai buatan tersebut, pengunjung diarahkan menuju pagoda yang di bangun di atas bukit. Untuk mencapai pagoda yang dinamakan menara petir itu, pengunjung harus menaiki tangga yang jumlahnya mencapai belasan anak tangga.  Sementara bagi umat muslim yang hendak sholat, di dekat gerbang masuk terdapat musholla kecil.

Perjalanan menuju taman wisata ini dapat ditempuh selama ± 2 jam dari bandara Depati Amir. Jarak tempuh dari Sungailiat, Ibukota Kabupaten Bangka ± 56 km dan dari Pangkalpinang, Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ± 87 km, menuju ke arah utara. Jalan menuju lokasi ini ada 2 jalur, yaitu sebelum memasuki kota Belinyu dan melewati kantor Camat Belinyu di Jalan Mayor Syafrie Rahman.

Apabila telah memasuki wilayah kecamatan Belinyu, kita melewati kampung Shinchong, Desa Gunung Muda. sebelum gerbang kota Belinyu, ada pertigaan ke sebelah kiri dengan gapura serta papan nama penunjuk lokasi menuju Taman Wista Pha Khak Liang. Lokasi Taman tersenut dapat ditemui setelah menempuh perjalanan sejauh ± 3 km masuk ke dalam melalui jalan tanah hingga mencapai gapura bergaya arsitektur china dengan variasi warna merah, hijau dan kuning.

Jika menempuh perjalanan melalui Kantor Camat, kurang lebih 2 km melalui jalan kampung Kusam, seperti juga jalur yang pertama, jalan ini juga belum di aspal, masih berupa tanah merah hingga ke lokasi taman wisata.


PHA KHAK LIANG TOURISM PARK

Bangka Island is the greatest tin producer in Indonesia. Most of its area, both plain and sea, contain tin ore. One of the biggest mining area managed by PT. Timah Tbk is Pha Khak Liang, located at Kampong Kusam, Kelurahan Kuto Panji, Belinyu Subdistrict, Bangka Regency. Similar to other areas which no longer producing tin, Pha Khak Liang has a big hole filled by water like a lake with various depth, called Kolong. PT. Timah usually reclaims that area by planting acacia.

Seeing this poor condition, some Belinyu people make the kolong (lake) area a tourism park with Chinese architecture because most of them are Chinese offsprings. This idea was executed in 1990s.

In the beginning, Pha Khak Liang has not been well-known as a tourism park, even by Belinyu people. The way into Pha Khak Liang area is still a long footpath, muddied in the rainy season, with swamp area surrounding. Begun as words of mouth, the numbers of Belinyu people visiting Phak Khak Liang by motor cycle are getting higher day by day.  As days go by, the street is extended, the village is developed, and the number of four-wheeled vehicles coming to the area is increasing. Phak Khak Liang has become famous among domestic tourists since local and national media broadcast news about it.

Entering the location, there is a dragon-shaped gate before the parking area. After parking area, the enterance is directed to a Chinese temple which has a White Horse sculpture, believed as a Rescuer God, beside it. After that, visitors can go down to reach a “lucky well”, so the Chinese people said, using stairs in front of the Chinese temple. Precisely in front of the well, there is a zigzag way above a pond facing a gazebo located in the middle of the lake. The visitors can choose, either relaxing in the gazebo or feeding fishes. The fishes are waiting for food, usually given by visitors. On the left, there is a building which has a synthetic river. Tracing a bridge above the synthetic river, visitors are directed to a pagoda which is located on the top of the hill. To reach the pagoda, called the thunderbolt tower, the visitors have to go up using stair which has more than ten stair-cases. There is also a small mosque for Muslims to pray.

It takes more or less two hours from Depati Amir to Phak Khak Liang. It is 56 km away from Sungailiat, capital city of Bangka Regency and 87 km to the north from Pangkalpinang, capital city of Bangka Belitung Islands. There are two ways to Phak Khak Liang, namely before the gate of Belinyu and through the office of Belinyu subdistrict at Jalan Mayor Syafrie Rahman.

If we have entered the area of Belinyu Subdistrict, we go through Kampong Shinchong, Desa Gunung Muda. Before the gate of Belinyu, there is a T-intersection. There are gate and a sign to Phak Khak Liang Tourism Park. The Park can be reached after walking through 3 km back road until we meet a Chinese gate colored red, yellow, and green.

It is 2 km away from Kampong Kusam if we go through the Office of Subdistrict. Similar to the former way, this is also a raddle back road until we meet Phak Khak Liang Tourism Park.


Bahasa: Risnawati
English: Rita E
Editor: Zelly/Anton
Photo: Edo Martyno

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Nature, Kabupaten Bangka
Nature, Kabupaten Bangka
Nature, Kabupaten Bangka
Nature, Kabupaten Bangka
Nature, Kabupaten Bangka