Prahum Harus Juet dan Kuasai 3 Jurus Jitu Dalam Pemberitaan

Rapat kerja kehumasan bersama Sekda Babel, di Ruang Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Babel, Air Itam, Pangkalpinang (9/1)

 

Pangkalpinang – Jadi Pranata Humas itu harus juet, karena harus memperoleh informasi yang benar-benar valid. Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yan Megawandi saat menghadiri rapat kerja kehumasan tenaga fungsional Pranata Humas di Ruang Tanjung Pesona, lantai 1 Kantor Gubernur Babel, Air Itam, Pangkalpinang (9/1).

Pranata Humas atau Prahum adalah rumpun jabatan fungsional tertentu bidang kehumasan yang bekerja berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pranata Hubungan Masyarakat (Humas) dan Angka Kreditnya, serta Peraturan Bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 31 Tahun 2014 dan Nomor 39 Tahun 2014 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Jabatan Pranata Hubungan Masyarakat (Humas) dan Angka Kreditnya.

Pada rapat kerja kehumasan yang diikuti 32 (tiga puluh dua) tenaga Prahum ini, Sekda Babel mengajak para Prahum untuk pro aktif dalam pemberitaan Pemerintah, sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. “Kalau 32 Pranata Humas ini setiap hari membuat 1 berita saja, maka kanal-kanal daring yang kita punya akan kelihatan update. Itu hanya satu. Biasanya dari satu sumber saja dapat menghasilkan beberapa berita dengan sudut pandang berbeda,” kata Yan.

Dalam pemberitaan, lanjut Yan, Prahum harus kuasai 3 jurus jitu, yakni cek, ricek, dan kroscek. Ini keharusan agar tidak keliru dalam penyebaran informasi karena dapat berakibat fatal.

Selain itu, Yan juga mengajak Prahum untuk saling berkoordinasi dengan para Prahum yang tersebar di kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “Misal saat ini sedang hangat-hangatnya soal kenaikan harga beras, bisa kalian konfimasikan melalui teman-teman Prahum yang ada di kabupaten/kota. Minta mereka mencari informasi, kemudian disusun dalam berita. Berita jadi kaya dan informatif bagi masyarakat,” jelas Yan.

Disamping pemburu berita, peran seorang editor dalam suatu pemberitaan sangat lah penting. Terkait hal ini, Yan mengatakan bahwa editor harus memahami dan dapat bekerja cepat. “Setelah berita sampai ke tangan editor, ini harus dikerjakan dengan cepat dan tepat. Selain unsur 5W1H, editor juga harus merupakan orang yang benar-benar paham pemberitaan yang proporsional dan profesional agar dapat menghasilkan berita yang berkualitas. Dan jangan lupa, ini juga berpacu dengan waktu yang menuntut kita selalu up to date.”

Sementara Ahmad Fauzan Syahzian, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Babel selaku koordinator Prahum Babel juga menyatakan bahwa kanal babelprov.go.id siap mengakomodir berita-berita Prahum Babel dari berbagai sektor. “Berita dari kawan-kawan Prahum dapat dikirimkan ke kami untuk ditampilkan di web babelprov.go.id. Kanal ini salah satu kanal Pemprov. Babel dimana masyarakat dapat melihat berbagai bidang informasi atau pun perkembangan pemerintahan kita. Jadi kanal ini akan semakin update dengan berita yang sangat beragam,” tutur Fauzan.

Selain 32 Prahum di lingkungan Pemprov. Babel, rapat kerja kehumasan ini juga dihadiri oleh Biro Humas Sekretariat Babel, Biro Umum Sekretariat Babel, Staf Khusus Gubernur Bidang Media, dan Tim Komunikasi Gubernur.    

 

Penulis           : Ernawati Arif (Prahum Disbudpar Babel)   

Updater          : Rafiq Elzan                        

Foto               : Ernawati Arif

Sumber: 
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Kep. Bangka Belitung