Pulau Lengkuas

 

Pulau Lengkuas terletak di perairan Belitung, dan dapat dicapai sekitar 30 menit perjalanan dengan perahu mesin dari Tanjung kelayang atau Tanjung Binga di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

Di Pulau Lengkuas terdapat sebuah Mercu Suar berlantai 18 peninggalan penjajahan Belanda yang berangka tahun 1882 dengan focal plane 61 meter, dan masih aktif berfungsi untuk navigasi laut. Dari dalam mercusuar, dapat terlihat pemandangan pantai berpasir putih di Pulau lengkuas dengan Batu-batu granit raksasa, serta air laut yang jernih berwarna kehijauan. Pengunjung harus mencuci kaki dengan air tawar terlebih dahulu sebelum memasuki bangunan mercusuar yang berkonstruksi baja, karena air laut dapat menyebabkan karat pada bangunan.

Pulau Lengkuas biasanya menjadi tujuan utama untuk tour pulau (island hops). Perjalanan dari Tanjung kelayang atau tanjung Binga menuju Pulau lengkuas menjadi atraksi yang menyenangkan karena melalui berbagai spot yang menarik seperti melalui Pulau burung, Batu belayar serta pulau Pasir yang muncul pada waktu-waktu tertentu saja.

Di Pulau Lengkuas, selain menikmati pemandangan pantai yang indah, biasanya pengunjung tidak akan melewatkan kesempatan menikmati pemandangan bawah laut dengan snorkeling atau diving. Di depan perairan Pulau Lengkuas, terdapat spot-spot diving yang bagus, dan terdapat pula wreck indomarine. Penjaga mercusuar juga memelihara Penyu hijau.

Karena Pulau Lengkuas tidak terlalu luas, untuk menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan,  pengunjung disarankan untuk membawa persediaan air minum/air tawar serta selalu membawa pulang kembali sampah yang dihasilkan selama beraktivitas si Pulau, untuk di buang di tempat sampah di daratan Pulau Belitung.

Pemandangan dari mercusuar - Photos by Rusni and Arief

Lengkuas Island

Lengkuas Island is a small island around Tanjung Kelayang Beach Tourism Zone, in Sijuk subdistrict. To reach the island from Tanjung Kelayang Beach takes about 30 minutes by boat. Boats can be rented from the local fishermen there, with the price between IDR 350K - 600K (based on the size of the boat). The magnificent view from the top of the lighthouse is the must see attraction, and the trip from Tanjung Kelayang or Tanjung Binga to the island is also interesting since the trip will pass several small islands and granite boulders including the Batu Garuda (Eagle stone), Batu Belayar, Pulau Burung and a unique Pulau Pasir (sand Island) which can only be found on certain time everyday.

The island it self is surrounded by turquoises crystal clear sea water. Indo-marine ship wreck is within the water of Lengkuas Island. Coral reefs and fish are among the things visitors want to see. The island is also one of the settings of John Huddle's "The Philosophers" (2012). The Lighthouse was built in 1882 by the Dutch Colonial Government. The lighthouse is still functioned well to navigate the ships at night. The focal point of the lighthouse is 61 meter. To preserve the lighthouse from corrosive sea water, visitors must wash their feet and legs with fresh water if they want to enter the lighthouse.


ルンクアス島

ルンクアス島は、タンジュン・クラヤングビーチ観光ゾーン周辺にある小さな島です。タンジュン・クラヤングビーチで地元漁師からボートをIDR350,000~600,000で借り、約30分程で着きます。灯台の頂上からの壮大な景色は必見です。向かう途中で、プラウ・ブルング(鳥島)や特定の時間帯にしか現れないプラウ・パシル(砂島)などの小さな島々、バトゥ・ガルーダ(鷲石)など巨石な花崗岩も見れます。

紺碧の透き通った海に包まれたルンクアス島で、訪れる人々はサンゴ礁と魚の美しい水中風景(ウォータビューパノラマ)に出会うでしょう。島の水域には難破船"インドマリーン"もあります。また、ジョン・ハドル監督の" The Philosophers(2012年)"は、ルンクアス島でロケーション撮影されました。 灯台(焦点:61メートル)は、オランダ植民地政府によって1882年に建てられ、現在も夜間に船をナビゲードする役割をしています。海水による腐食から灯台を守るために、登る前に真水で足を洗うことが義務づけられています。


Bahasa & English: Rusni
Japanese: Mayumi Sano
 

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Nature, Kota Pangkalpinang, Culture and Arts

Destinasi Terkait

Beach/Marine, Kabupaten Belitung
Beach/Marine, Kabupaten Belitung
Beach/Marine, Kabupaten Belitung
Beach/Marine, Kabupaten Belitung
Beach/Marine, Kabupaten Belitung