Ruti Ambon

 
Bahasa Indonesia/ English
 
Ruti Ambon adalah salah satu kue jajanan pasar yang digemari oleh masyarakat di Pulau Bangka semenjak lama. Meskipun dinamakan Ruti Ambon, namun kue dengan cita rasa manis ini sebenarnya bukanlah roti dan tidak berasal dari daerah Ambon. Awal mula kue ini mulai dikonsumsi oleh masyarakat sebenarnya belum diketahui, akan tetapi makanan berupa roti pada dasarnya merupakan kuliner yang diadopsi oleh masyarakat Bangka dari budaya kuliner Belanda. Roti umumnya memiliki tekstur yang berongga dan lebih elastis, sementara Ruti Ambon memiliki tekstur yang lebih padat seperti tekstur pada bolu dan memiliki bentuk seperti cupcake yang diberi taburan gula pasir atau potongan pisang sebagai topping-nya.
 
Jajanan lama ini dahulu seringkali disajikan sebagai salah satu hidangan bagi para tamu dalam acara-acara seperti perkawinan maupun khitanan. Makanan ini dahulunya merupakan makanan yang menempati posisi yang spesial dalam masyarakat, karena keistimewaan bahan-bahan yang digunakan seperti tepung terigu yang dahulu merupakan bahan yang langka dan juga telur yang mahal harganya.
 
Saat ini, resep yang digunakan untuk membuat Ruti Ambon dapat dikatakan cukup sederhana, yaitu tepung terigu, santan kelapa, ibu roti, gula, telur, dan sedikit garam. Penggunaan ibu roti sebenarnya baru dilakukan oleh pembuat roti Ambon. Dahulu, untuk mengembangkan adonan bahan yang digunakan adalah tapai nasi atau tapai singkong. Sementara itu, masyarakat masih menggunakan santan kelapa untuk melembutkan adonan sekaligus memberikan citarasa gurih.
 
Ruti Ambon sekarang lebih sering dihidangkan sebagai makanan ringan sehari-hari yang dijual di kios-kios kue setiap paginya. Kue ini cocok bila dihidangkan bersama dengan susu, kopi, atau teh hangat dipagi hari sebagai pilihan lain untuk sarapan. Kandungan gizi dari sebuah buah Ruti Ambon dengan jumlah kalori sekitar 150 kkal, cukup mengenyangkan dan baik untuk memulai hari yang manis.
 
Ruti Ambon dimasak dengan cara dipanggang dalam alat pemanggang tradisional Gendok. Alat ini biasa digunakan oleh masyarakat di Pulau Bangka untuk memanggang sebelum masuknya alat pemanggangan kue seperti oven alumunium yang dioperasikan dengan menggunakan kompor minyak tanah. Gendok merupakan gerabah yang terbuat dari tanah liat dan berbentuk bulat, biasanya diletakkan diatas tungku sementara pada bagian atasnya diletakkan nampan dengan arang yang dibakar. Penggunaan Gendok untuk membuat Ruti Ambon, dapat memberikan citarasa yang lebih gurih pada Ruti Ambon.
 
Ruti Ambon is one of favorite cakes of the people living in Bangka Island for long. Even though it is called Ruti Ambon, this sweet cake is not a type of roti (bread) from Ambon (in Moluccas). How the locals start to eat this cake is unknown, however, culinary called roti is usually adopted by Bangkanese from the Dutch culinary.  Roti (Roti = bread) usually has hollow and more elastic texture, while Ruti Ambon has denser texture like the texture of Bolu (sponge cake) and the shape of the Ruti Ambon is like cupcake with sprinkled sugar or banana slices as topping.
 
This traditional snack is previously served for guests in wedding or circumcision ceremonies/parties. This dish was considered as special dish because it is made with special ingredients like eggs that were expensive and wheat flour that used to be rare and expensive.
 
Recently, the recipes to make Ruti Ambon is quite simple, they are wheat flour, coconut milk, baking powder, sugar, egg, and little salt. Adding baking powder actually practiced recently. Previously, to increase and lighten the dough, bakers will use fermented rice or fermented cassava. Meanwhile, locals still use coconut milk to soften the dough as well as to give savory taste.
 
Recently, Ruti Ambon is served as snacks and sold at cake kiosks every morning. This cake is usually served with milk, coffee or hot tea in the morning as breakfast. The nutrient content of Roti Ambon will be around 150 KCal, quite a filling and good to start the day.
 
Ruti Ambon is baked in traditional toaster pot called Gendok. Gendok is used by Bangkanese to bake before more modern oven like that of made of aluminum put on the traditional stove widely used by Bangkanese. Gendok is a round pottery made of clay usually put on traditional stove, with charcoal burned on the tray put on the top of the Gendok. Using this Gendok, Ruti Ambon tastes richer and more delicious.

Penulis: Hera Riastiana
Translator: Rusni
Editor: Rusni
Photo: Hera Riastiana

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Heritage, Kabupaten Bangka Barat

Destinasi Terkait

Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary