Sambal Nanas

Bahasa Indonesia/ English
 
Bagi masyarakat Pulau Bangka, nanas merupakan buah yang akrab pada kuliner mereka. Nanas mudah didapat dan tidak hanya dikonsumsi sebagai buah saja, tetapi dapat dijadikan penganan kue, kue basah ataupun kering, asinan, manisan, keripik, sayuran maupun sambal. Rasanya yang segar bisa menjadi penawar untuk masakan berlemak. Selain banyak mengandung vitamin C, buah nanas juga dipercaya dapat menurunkan kolesterol.
 
Selain Lempah Kuning, Sambal Nanas merupakan salah satu kuliner khas masyarakat Pulau Bangka yang menggunakan nanas sebagai bahan dasarnya. Berbahan  utama cabe merah yang pedas dipadukan dengan buah nanas kuning yang rasanya asam manis serta aroma khas buahnya menjadikan Sambal Nanas bercitarasa pedas menyegarkan. Biasanya Sambal Nanas hadir sebagai pelengkap hidangan masakan sayuran dan lauk pauknya yang berguna sebagai penawar atau penyegar rasa.
 
Mendapatkan buah ini sangat mudah dan proses membuat sambalnya juga sangat sederhana. Bahan yang diperlukan untuk membuatnya adalah buah nanas yang sudah matang dan masih segar, udang segar sebagai rampainya serta santan kelapa kental. Sama dengan masakan sambal umumnya bumbu yang digunakan adalah cabe merah, bawang merah, bawang putih, terasi, lengkuas, garam, gula.
 
 
Sebelum membuat sambal, nanas dikupas lalu cuci bersih kemudian potong-potong kotak/dadu. Semua bumbu dihaluskan kecuali lengkuas cukup digeprek saja. Kemudian bumbu yang sudah dihaluskan ditumis menggunakan sedikit minyak goreng untuk membuat bumbunya lebih harum. Selanjutnya, masukkan udang hingga berubah warna. Setelah bumbu harum dan layu masukkan potongan-potongan buah nanas tadi. Karena buah nanas mengandung air sehingga tidak perlu menambahkannya maka cukup masukkan santan kental saja, masaklah hingga airnya menyusut dan meyerupai  masakan sambal.
 
Sambal Nanas sangat nikmat dihidangkan dengan nasi putih hangat dan lauk pauknya sesuai selera, termasuk ikan laut, ikan sungai, daging sapi atau ayam. Sambal ini juga bisa menemani lalapan/sayuran dan kerupuk. Rasa nanas yang asam manis sangat menyegarkan serta campuran rasa pedas, asam, manis dan aromanya yang harum bisa sebagai pembangkit selera makan. Sambal ini biasanya tersedia juga pada pesta-pesta pernikahan atau khitanan di Pulau Bangka.

 
Pineapple is a familiar fruit for Bangkanese culinary, rich in vitamin C and believed to lower cholesterol. This fruit is easy to get and it is not only eaten as a common fruit, but it can also be processed into steamed or baked cake, pickle, sweets, chips, vegetable soup, and sambal. Its freshness is a perfect match for fatty dish.
 
Besides Lempah Kuning (yellow fish broth), it can be made into a typical chili sauce of Bangka known as pineapple sambal. This condiment is not only hot due to the use of red chili as main ingredient, but it is also sour, sweet and has a pleasant aroma because of the fruit. Pineapple sambal is actually more as a relish rather than a sauce for side dishes.
It only needs simple steps to make it. Just prepare a clean and ripe fresh pineapple, fresh prawn as second ingredient, and thick coconut milk. The rest ingredients are the same as making other sambal like red chili, shallot, garlic, shrimp paste, galangal, salt, and sugar.
 
The pineapple must firstly be peeled and cleaned before cut into small dice. Grind all ingredients but just smash the galangal. Stir-fry the ingredients with a small amount of cooking oil to bring out the flavour. Add the shrimp. When the colour of the shrimp has changed and the ingredients are well cooked, add the pineapple dice. Add thick coconut milk instead of water because pineapple has already had enough water. Keep stirring until the water runs clear.
 
Pineapple sambal is a perfect condiment for hot rice and other preference of other side dishes, including fish, beef, or chicken. It is also delicious to eat sambal with lalapan (assorted raw vegetables) and kerupuk (cracker). The fresh combination of sweet, sour, spicy and also the mouthwatering aroma will whet the appetite. This sambal is usually served in wedding party or circumcision ceremony in Bangka Island.

Penulis : Wiji Wijayanti
Translator: SA Sobri
Editor: Yuliarsih (Ind)/ Rosy Handayani (Eng.)
Photo: Wiji Wijayanti

Destinasi Lainnya

Bangka Belitung, Culinary
Kota Pangkalpinang, Culture and Arts
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Tengah
Beach/Marine, Kabupaten Bangka Barat
Beach/Marine, Kabupaten Belitung

Destinasi Terkait

Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary
Bangka Belitung, Culinary