Sambut Asian Games dan MXGP, Rivai Ajak Asosiasi Pariwisata Perhatikan 3 Aspek Penting

Pangkalpinang – 3 aspek penting dalam penyelenggaraan suatu event. Pertama, para wisatawan yang dibagi menjadi nusantara dan mancanegara. Kedua, destinasi. Apakah itu alam atau buatan. Ketiga yang tak kalah penting adalah sumber daya manusia, yakni kelompok masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan SDM yang tergabung dalam asosiasi pariwisata.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rivai saat membuka Rapat Persiapan Ramah Tamah Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dengan Asosiasi Pariwisata, di Rumah Kayu Bangka Botanical Garden (BBG), Pangkalpinang, Selasa (27/3/2018).

Rivai mengajak para asosiasi pariwisata untuk bekerja bersama-sama, menyatukan visi dan misi dalam menggerakkan pariwisata Bangka Belitung, khususnya menyambut event Asian Games dan MXGP.

“Melalui rapat ini, langkah kita dapat seirama, satu pemahaman, dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Maka ini akan lebih massive, lebih terstruktur, dan lebih fokus untuk mengarah pada sasaran yang kita kehendaki,” kata Rivai.

Pada kesempatan yang sama, Djohan Riduan Hasan selaku tuan rumah dalam rapat ini menyatakan kesiapannya dalam Asian Games dan MXGP.

“Intinya kami siap setiap saat berdiskusi di sini untuk pariwisata. Terkait Asian Games dan MXGP nanti, Pak Gubernur meminta asosiasi pariwisata untuk menyiapkan paket komplit untuk dijual pada para wisatawan,” kata Djohan.

Pernyataan ini didukung oleh Ketua DPD ASATI (Asosiasi Sales Travel Agents) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yuna Ekowati yang mengatakan bahwa pihaknya juga telah melakukan pendataan dan merembukkan paket perjalanan yang akan ditawarkan kepada wisatawan.

“Untuk paket, kami sudah berembuk. Ada 6 produk dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan Inggris, namun masih bersifat line tour saja. Kalau sudah ada hotel dan penerbangan dan di-approve, bisa kita jual. Selain itu kami juga sudah mendata semua jenis transportasi yang ada,” kata Yuna.

Sementara PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diwakili Wendo mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah pendataan yang perlu dilakukan.

“Kami sudah melakukan pendataan hotel di 3 wilayah, yakni Pangkalpinang, Bangka Tengah, dan Bangka. Kemudian, kami juga mendata berbagai jenis restoran, dan juga tempat yang menjual minuman beralkohol,” kata Wendo.

Wendo juga menambahkan bahwa PHRI Babel juga sudah berkoordinasi dengan Sansan Arya Lukman mewakili GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tentang bagaimana menjual paket hotel kepada tamu atau wisatawan.

Pihak HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dihadiri oleh Andi Purwanto menyatakan bahwa asosiasi pariwisata kurang dilibatkan dalam MXGP tahun 2017 lalu. Menurutnya, komitmen internal sangat dibutuhkan sebagai dasar untuk menjalankan peran setiap asosiasi pariwisata.

“Pemandu wisata adalah ujung tombak dalam suatu perjalanan wisata. MXGP tahun lalu, keterlibatan asosiasi pariwisata kurang. Padahal kita mampu jika digarap bersama. Kalau HPI, siapa pun yang jual, kita pandu. Yang penting komitmen internal dulu yang saat ini belum ada. Kalau segala sesuatunya kita sepakati di sini, maka ini akan jadi modal bagi kita semua,” ungkap Andi.

ASITA (Association of Indonesian Tours and Travel Agencies) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili Sapto mengaku dirinya belum mendapatkan informasi terkait dan akan mengkomunikasikan hasil rapat ini dengan rekan-rekannya.

 

Pada akhir rapat, Rivai beserta perwakilan asosiasi pariwisata sepakat akan segera memaparkan hasil rapat ini kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, termasuk salah satunya adalah permasalahan harga tiket pesawat yang hingga saat ini belum dapat dipastikan atau dimasukkan dalam paket perjalanan wisata.

Penulis                   : Ernawati Arif (Pranata Humas)

Foto                        : Rafiq Elzan