Sinopsis Tari Daerah Festival Serumpun Sebalai VIII (Tahun 2012)

A. Kota  Pangkalpinang

1. SANGGAR  BULUH PERINDU

TARI BATOK

SINOPSIS

Tarian ini menceritakan kebiasaan orang dikampung bekerja sama ketika ada hajatan atau suatu acara. Para pemuda pemuda  dengan semangat ikut bekerja sama dalam membantu hajatan tersebut.Salah satu kebiasaan tersebut adalah mengkukur kelapa. Sisa – sisa kelapa tersebut seperti batok mereka gunakan untuk bercanda gurau dengan gembira.

Nama Penari.                                                        Nama Pemusik

1. Lina Liani                                                         1.Rosa
2.Anggun Nola                                                     2.Galih
3.Sri Wahyuni                                                      3.Andi
4.Ratna Fertiwi                                                     4.Yayat
5.Eldita                                                                5.Bejo
6.Andini                                                               6.Muhammad Iqbal
7.Kirana                                                               7.Itang
8.Agustari                                                            8.Herman
                                                                           9.Arya
                                                                          10. Agung

 

2. SANGGAR  ASTARI

SUKU KHEK

 Suku Khek adalah suku Cina Melayu yang sudah masuk agama islam. Yang awalnya dating untuk menambang timah di Pulau Bangka dan akhirnya berbaur dengan orang Melayu, yang merupakan penduduk setempat. Saling menghargai dan menghormati serta kebersamaan…….. Thongngin Fanngin Jitjong, keturunan Tionghoa maupun Melayu itu sama saja akan menjadi suatu keindahan dalam beragama.

Tarian ini merupakan pengembangan dari gerakan dambus , kedidi, rodat dengan perpaduan unsure Cina.

Penata Tari                                       : Kiki Rizky Kasmir dan Dimas Ananta

Peneta Musik                                   : Baithur Ridwan

Penata Rias dan Busana                   : Ir. Tricahya

Produksi                                          : Sanggar Seni Astari

 

Penari           

1. Kiki Rizky Kasmir           

2. Dimas Ananta           

3. Oktavia Damayanti         

4. Popy Mastari           

5.Mega Tri wahyuni           

6. Wahyu

Pemusik           

1. Baithur Ridwan                          : Violin           
2. Kevindra                                   : Tom, Symbal, Gendang Melayu, Tamborin dll.           
3. Fikri Firmansyah                       : Dambus           
4.Pera Yolanda                             : Jimbe           
5.Febriwanto                                : Beduk dan Gong           
6.Dimas Pradityo Gumara             : Akordion

Penyanyi                                                 : Tabliq Akbar        

3. GONK PRODUCTION

BEBAUR

SINOPSIS

Bebaur berasal dari kata membaur. Dimana, membaur yang berarti sebuah kebersamaan antar masyarakat. Tarian in menceritakan tentang kebersamaan masyarakat BANGKA yang digambarkan secara simbolis melalui property tikar. Tikar merupakan sebuah alat yang sering kali digunakan oleh masyarakat BANGKA pada zaman dulunya untuk kegiatan sehari-hari sebagai alas duduk, alas tidur ataupun sering digunakan orang muslim untuk alat sholat. Dengan tikar inilah pencerminan sebuah pembauran masyarakat BANGKA pada umumnya tanpa memndang adanya perbedaan RAS (suku, Bahasa, Agama dan Profesi) sehingga walaupun terdapat perbedaan Ras tersebut tetapi tetap satu.

            Penata Tari                                       : Herpani

            Penata Musik                                  : Yori

            Penata Rias/Busana                       : Attoufiq

            Penari

                        1. Maila
                        2. Diana
                        3. Anggun
                        4. Juni Irsandi
                        5. Richie
                        6. Topik

           

            Pemusik:

                        1. Yori
                        2. Ariatma
                        3. Hermansyah
                        4. Musti Pani
                        5. Syaputra
                        6. Syarip
                        7. Hepri
                        8. Gatot
                        9. Irawan
                        10.Hari Novian

4. SANGGAR SENI TIGA SERANGKAI

SERAI SERUMPUN

SINOPSIS

Serai Serumpun merupakan sebuah tari garapan baru yang diambil dari falsafah tanaman “serai”. Tanaman Serai selalu hidup berumpun tidak pernah sendirian. Dalam kehidupan, manusia tidak pernah hidup sendirian tapi bersosialisasi saling tolong menolong dan saling menghormati dala kebersamaan. Mereka berdoa kepada ALLAH SWT agar selalu bersama tidak terpecah belah ibarat tanaman serai yang hidup berumpun.Tarian ini dibawakan oleh Bujang Dayang dengan Lincah dan riang gembira layaknya tanaman serai yang menari-nari bersama tiupan angin, diiringi music yang seirama, dinamis dan menghentak.

            Production               : Sanggar Seni Tiga Serangkai (SSTS) Kep. Bangka Belitung
            Ketua                      : Endang Prasetyo
            Penata Musik          : Desti Sihombing S.Pd dan Endang Prasetyo
            Penata Musik          : Dardak dkk
            Penata Rias            : Eka Dewinta

B.KABUPATEN BANGKA                 

1. SANGGAR SENI PESONA WANGKA

JARING

SINOPSIS

Sisi kehidupan masyarakat pesisir di Kabupaten Bangka yang bergantung pada kekayaan laut Bangka Belitung………

Jaring menjadi salah satu alat yang digunakan untuk menangkap ikan…..kondisi laut yang kian tercemar hasilpun tak lagi berlimpah……….

Jaring telah menjadi bagian dari kehidupan nelatyan menemani dalam suka…duka..semangat…..gejolak hati nelayan yang terus bertahan menaklukan dilemma kehidupan laut di Bangka Belitung.

Nelayan bagai tercekik diantara jaring…..ingin lepas meninggalkan sang jaring tapi kembali terperangkat didalamnya.

Penata Tari                        :  Ernawati, S.Pd
Penata Musik                     : Irwan
Penata Busana                  : Ernawati S.Pd

2.SANGGAR KEMUNING

TAPAK TUAN

SINOPSIS

Tapak berarti Langkah sedangkan Tuan adalah Raja/Pembesar, tarian ini dipersembahkan oleh para dayang-dayang yang tujuannya untuk menghormati Raja/Pembesar dengan mengalungkan/ melemparkan bunga 7 rupa sambil bernyanyi dengan riang gembira dengan sambutan TARI TAPAK TUAN.

Koreo Tari                : Sulista

Koreo Musik           : Sunaryo

Ketua Sanggar        : Fir’un . AK

3. SANGGAR KITE

NGESAT KULAT PELAWAN

( MENCARI JAMUR PELAWAN)

SINOPSIS

Bunyi Guntur / petir salah satu pertanda akan turun hujan. Namun bagi masyarakat Bangka yang ada di pedesaaan, bunyi Guntur/petir  juga merupakan pertanda tumbuhnya kulat pelawan ( sejenis jamur yang dibuat sayur untuk makan yang tumbuhnya disekitar pohon kayu Pelawan ). Saking asyik dan gembiranya Miak-miak/ Gadis-gadis Bangka memetik kulat Pelawan, merka juga lupa diri. Pada saat itulah roh-roh halus penghuni hutan, dating mengganggu sehingga beberapa orang dari miak-miak itu ada yang kesurupan.                       

Namun dengan matra-mantra / Jampi –jampi yang diajarkan orang tua mereka, miak-miak ini sanggup mengusir roh halus yang merasuki teman-temannya. Akhirnya mereka pulang denga canda guraunya, membawa kulat pelawan. Dasar pijakan garapan tarian adalah : Tari Dincak Dambus, Tari Kedidi dan Tari Gajah Menunggang.

Produksi                        : Sanggar Seni KITE Sungailiat Bangka
Penata Seni                  : KITE Bersama
Penata Musik                : KITE Bersama
Penata Rias/ Busana    : Kessy Emilia

4. SANGGAR SENI SANGKOLUM

NGESAI’K KULAT

SINOPSIS

Ngesai’k artinya mencari, Kulat artinya Jamur. Ngesai’k Kulat adalah mencari jamur liar didalam hutan pinggiran kota belinyu oleh masyarakat setempat.

Dimana jika musim kulat tiba ditandai dengan kilat dan petir tanpa disertai hujan. Saat itulah masyarakat setempat dengan gembira beramai – ramai atau berkelompok masuk ke dalam hutan untuk mencari jamur liar atau dikenal dengan NGESAI’K KULAT.

Tetapi ada hal yang menjadi pantangan bagi mereka para pencari kulat tersebut yaitu mereka tidak boleh sendirian atau terpisah dari rombongan, karena di khawatirkan tersesat, karena pengaruh antu kulat /peri  jamur.

TARIAN PRODUKSI SANGGAR SANGKOLUM BELINYU:

Pimpinan                             : Niko Prasetyo
Penata Tari                          : Meri Listiani
                                          : Nirda H.J
Penata Musik                      : Ary Darmansyah A,md.Com
Penata Rias                        : Nuri Anjerlela
Penata Busana                   : Meri Agustini
                                         : Sbastian Cembell

5. SANGGAR SENI SELANJUNG PURUN

BUKIT TAMBUN TULANG

SINOPSIS

Rumpun bamboo bergerak melambai berderit

Seakan memanggil setiap makhluk untuk dating

Tiada satupun yang datang kembali pulang

            BUKIT TAMBUN TULANG.

            Hilanglah belulang

            Tinggallah tumpukan tulang berserakan

            Hanya burung kersalung yang mampu bertahan.

Bukit tambun tulang sebuah misteri

Yang sampai kini belum terungkap.

 

Pijakan Tari             : Tari kedidi, Silat Bangka, dan gerak tari melayu

Arah garapan          : Menekankan pada esensi gerak dan music mengalir    berkesi      berkenimbungan serta gerak tegas dan tajam.

Produksi                  : SANGGAR SENI SELANJUNG PURUN

 

Ketua                              : Rizki Amelia , S.PD.I
Penata Tari                      : Dwi Ferry  Irawan
Penata Musik                  : Alfas Sandy
Penata Rias dan Busana  : Agus Yusmansyah, S.Kom
Penata Artistik                 : Brayn dan Suko Widodo.

C. KABUPATEN BANGKA BARAT

1. SANGGAR KAMPUSENI

TARI KIDUNG PENENUN

SINOPSIS

Cual merupakan kaon khas masyarakat MUNTOK, selain motifnya yang artistic kain ini juga ditenun dengan menggunakan benang mas. Pada awalnay kain cual hanya dipergunakan untuk keluarga dan kerabat Kerajaan Palembang dan para Tumenggung yang memimpin Muntok pada waktu itu.                                                Begitu rumitnya teknik pengerjaan kain cual dan harganya yang relative mahal membuat para Penenun sekarang kesulitan dalam memproduksi serta memasarkan kain tersebut.                                               

Seiring perkembangan zaman, kini jarang kita temui penenun kain cual di kota muntok. Kampung Penenun yang menjadi Emak dan Dare menenun pun sekarang berganti nama menjadi Kampung Teluk Rubiah.

Penata Tari                      : Ade Widya Sari
Penata Musik                   : Hafizh
Penata Rias                     : Anggrek
Penata Busana                : Atik Nova
Syair dan Lagu                : Joko H.P

2. SANGGAR PANGLIMA ANGIN

AWAK KEPOK

SINOPSIS

Muntok Bumi Sejiran Setason, tertulis dalam serat Sutra emas Kebudayaan yang telah memecah rekor “MURI” dengan juliukan “MUNTOK KOTA SERIBU KUE”           Awak Kepok adalah daun pisang pembungkus kue juadah dan panganan tradisional khas muntok seperti otak-otak daun, lemper, pepes ubi, tapai, pais ikan dan lain –lain yang tak bias diganti dengan modernisasi zaman.

Kue Juadah dan Panganan yang dibungkus dengan daun pisang awak  dan daun pisang kapok tentunya memiliki cita rasa tersendiri bagi kuliner khas muntok. Jika Dahulu para gadis melayu muntok meluangkan waktu untuk menenun songket bermotif cual yang aduhai, namun kini Abang dan Yang Muntok bahu membahu menopang kehidupan dengan cara membuat kue yang terbungkus daun pisang awak dan pisang kapok hingga terciptalah kearifan local yang sama menguntungkan ditengah masyarakat, antara petani dan pedagang.

Pimpinan Sanggar             : H. Mochtar Adjemain                                   
Koordinator                       : Aad Pujaka, S.Ag                                   
Penata Tari                       : Soejie HR                                   
Penata Rias dan busana   : Anum                                  
Penari                                               Pemusik                                               
1.Davita Kasoempai                             1. Mulya Accoer                                               
2. Winda Dadarona Wanaba                 2.Syaid Yahya .K.                                               
3.Ana Anakulah Barungga                    3. Dian Tak Tungtun                                               
4.Siska Simpladya                               4.                                                      
5.Alay                                                 5. Raya Dayaniraksa                                               
6.Joe Koesnadik Magadira                    6.Lory Treandijleilei                                               
7. Dika Luna Rayandra                         7. Dio Satu Ketok.                                               
8. Imam Dadarata                                   
Penyanyi:   Meta Guan Sirada

3.SANGGAR DAYANG MOLEK

TARI BURONG

SINOPSIS

Burong adalah kelompok unggas yang terbang lepas di alam bebas.Dalam masyarakat Bangka Borong menjadi sesuatu yang penting karena menjadi media pembelajaran yang baik. Seperti halnya Tari Kedidi Tempilang, Burong menjadi inspirasi pemuda untuk membuat motif gerak silat baru yang terkenal dimasa itu. Burong dalam tarian ini hanyalah symbol budaya local yang terkurung bahkan direnggut identitasnya.                                   

Terinspirasi dari pola gerak tari kedidi, tari burong menggambarkan keprihatinan dan harapan generasi muda agar nilai tradisi dan budaya local tetap dijaga serta dilestarikan sehingga tidak tenggelam oleh zaman yang terus berkembang.

Penata Tari             : Ahmad Fikri Baraqbah, S.Pd

Penata Musik         : Bogi Febriyanto, S.Sn

Penata Rias           : Lisnawati

Penata Busana      : Eltia Septiani

Peneta Artistik       : Sapri.

Penari                           

1. Jeklin                           
2.Amaliya Istiqoma                           
3.Kajol Lina Indah. R                           
4.Intan Sari                           
5. Nadia Zafira Oktaviani                           
6.Nurul Apriana                           
7.Andi Subakti                           
8.Indra Saputra                           
9.Dedy

Pemusik                          

1. Safiq Ahmad                         
2. Guma Gumara                         
3.Silo Sandro                         
4.Herliawan Fathoni                         
5.Debrian Efrianto                         
6.Afgis.

4. SANGGAR SENI SERUNI

NUMENG ARENG

SINOPSIS

Kesederhanaan penduduk kota Muntok melukiskan sebagian mata pencaharian masyarakatnya yang masih bergantung. Pada kelayakan alam, yaitu hutan. Sebagian masyarakat muntok menacari kayu dan ranting untuk dijadikan ARANG. Dalam karya tari ini, menampilkan kegiatan pembuatan arang dengan menggunakan pijakan tari yaitu Dincak dambus yang dikreasikan dengan unsure music dan tari yang serasi.

Pembuatan arang dimulai dengan menyusun kayu dan ranting yang dibakar, dengan harapan akan menjadi arang. Bahkan hitam legam tangan dan kakipun tidak menjadi penghalang. Inilah tradisi pembuatan arang yang dikenal masyarakat muntok   “ NUMENGARENG”

Pemusik       :            

1.Sunandar           
2.Erik           
3.Rabi Kurniawan           
4.Muhammad Ichsan           
5.Ade Nurman Tirdza           
6.Almayusri Reza           
7.Nugraha Putra Pratama

Penari           

1.Lia Novita           
2.Naninda Amelia           
3.Gita Cahyaningtyas           
4.Anissa Risca Ardini           
5.Feni Noviyanti           
6.Pandini Umi Hasanah           
7.Dermawan Darmajaya           
8.Reynata Fahrian T           
9.M. Hafis Ramadhan

D. KABUPATEN BELITUNG

1.SANGGAR SENI DIAN PRAJA

PELEPAT

SINOPSIS

Pelepat berasal dari Bahasa Belitung yang berarti Kunang – kunang.

Tarian ini menggambarkan keelokan para Dayang (gadis) Belitung serta keramahtamahannya yang disimbolkan dengan kecantikan kunang-kunang yang selalu memancarkan keindahhan.

Gerak tajam, menusuk membentuk suatu keindahan, kealunan yang diwujudkan ke dalam gerak menjadi ide garapan dalam tari “pelepat”

Penata Tari          : Wulan

Penata Musik       : Suhaimi

Penata Busana    : Widya

Penari

            1.Tiara
            2.Utiyarsih
            3.Cici
            4.Tara
            5.Santi
            6.Widya
            7.Wulan

Pemusik

            1.Kusno
            2.Jepri
            3.Revzan
            4.Wendy
            5.Ricky
            6. Hendra
            7.Suhaimi
            8.Bery
            9.Rendy

 

E. KABUPATEN BELITUNG TIMUR

1.SANGGAR CITRA ARTISTIKA

CERUCUP

SINOPSIS

Cerucup adalah sejenis alat yang terbuat dari jalinan bilah bamboo, yang berbentuk silinder dengan diameter penampung  kurang lebih 20 cm dan tingginya kurang lebig 48 cm

Alat ini pada zaman dahulu dipergunakan untuk menangkap udang dan ikan-ikan kecil yang hidup ditepi pantai, ketika air laut surut pada malam hari dengan menggunakan alat penerangan berupa obor (Lampu)

Sekarang ini pemakaian Cerucup sudah mulai tergeser oleh keberadaan Tangguk Jala bertangkai yang terbuat dari anyaman nilon.

Mungkin ada diantara generasi muda Belitung atau pun penonton yang belum  kenal dengan Cerucup.

Disini Sanggar Citra Artistika mengangkat Cerucup ke atas pentas sebagai property Tari untuk menghibur penonton Sekalian.

2. SANGGAR  PAYONG TARA

TAK CALONG

SINOPSIS                                                                                     

Tak Calong diangkat  dari permainan tradisional anak di Pulau Belitong. TAk Calong merupakan  permainan tradisional yang biasa dimainkan anak-anak di sore hari untuk mengisi waktu luang. Suasana riang gembira dan gaduh karena suara calong/kaleng yang dilempar merupakan cirikhas dari permainan ini , dimana para pemain sangat tangkas dan lincah berlari, bersembunyi dan bercanda sehngga menambah meriah suasana sore hari di kampong-kampong Pulau Belitong. Kolaborasi Koreografi yang sangat dinamik dengan permainan tradisional menghasilkan suatu pertunjukan seni tari yang sangat segar dan menarik untuk disaksikan.

                                    Pimpinan Sanggar                          : Zainnudin

                                    Penata Tari                                    : Coga

                                    Costume & Make Up                      : Kak Titin Salon

                                    Accordion & Costom percussion      : Hendrawadji

                                    Violin & Single Jimbe                      : Helmi.T. Akbar

                                    Gambus                                        : Teizi

                                    Bass Guitar & Vocal                       : Agesti Risky

                                    Triple Jimbe                                   : Asari Roesman

                                    Single Jimbe                                  : Bambang

                                    Bass Drum & Triple Drum               : Teiza

                                    Custom Percussion                       : Abraham

                                    Tamtam Tambourin

 

F. KABUPATEN BANGKA SELATAN

1. SANGGAR TIARA SELATAN

TERBENG AMAK (PUBERTAS)

SINOPSIS

Terbeng Amak merupakan sebuah karya tari yang berakar dari gerakan tarian gajah Manunggang. Centil, manja Ngeletek ngeleber macem ulat nangka. Seperti itulah sebutan bagi dayang habang ketika masa pubernya dating. Beraneka ragam aksi yang mereka lakukan, untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Merias diri agar dibilang cantik, membersihkan halaman rumah agar dikatakan rajin, jalan-jalan kesana kemari agar dilihat semua orang. Banyak lagi aksi yang diperlihatkan agar menarik perhatian bujang-bujang habang. Terkadang mereka sampai lupa diri, sehingga sering kali nasehat orang tua diabaikan. Begitulah kalo puber sudah datang… Men lah terbeng Amak e                                   

Penari                                               

1.Fenty Hajryanti                                               
2. Nia Novianti                                               
3.Sari Novita Dewi                                               
4.Maissy dwi Lestari                                               
5.Gita Harzeta                                               
6. Dinda Fernanda                                               
7.Devy Shetia Winda                                   
 
Pemusik                                               
1.Erik Tuki                     
2.Beben Zulki      
3.Dirman Garfada
4.Rony Gamang
5.Alexs
6.Akmal
7.Dovo
8.Agung B.S
9. Bagas
10. Rudi
11.Fitri  Lestari.                                                                                                                     
                                              
2. SANGGAR DHARMA HABANGKA

RADEN ALI (PANGLIMA ALI)

SINOPSIS                                   

Alkisah kisaran abad ke -17 konon menurut menurut rakyat sebelah timur kota Toooboali, wilayah ini merupakan pusat keramaian yang mana merupakan wilayah perdagangan. Oleh sebab  itu  daerah ini tak terhindar dari kejahatan Perampok (Lanon).

Kemudian oleh masa pemerintahan Sultan Baharudin I (Kerajinan Sriwijaya) mengirim pasukan untuk mengamankan Daerah Laut Pesisir Pulau Bangk yang bernama yang dipimpin oleh seorang Raden Ali. Beliaupun melakukan perjalanannya dengan membawa Pehako atau Barang bawaan berupa tongkat dan tempurung bambu kuning (yang dikenal sebagai Penangkal Malapetaka).

Raden Ali oleh penduduk sekitar dikenal dengan ketampanan, kepiawaian dan berkarisma menawan serta mudah berbaur dengan penduduk-penduduk lainnya. Sehingga tak heran diantara para pasukan yang dipimpinnya, Raden Ali-lah yang paling dipuja dan dipuji oleh penduduk pribumi. Tak sedikit pula puteri-puteri pribumi yang cantik jelita menaruh hati pada Raden Ali. Singkat cerita akhir dari sebuah perjalanannya Raden Ali. Cinta sang Raden Ali tertambat pada seorang puteri pilihannya.

 

G. KABUPATEN BANGKA TENGAH

SANGGAR SENI: WANGI GAHARU

PENARI:

  • Debi Romita
  • Ambar Lestari
  • Amanda Rizky
  • Suci Pebriani
  • Kartika
  • Kiki Anastasya
  • Kapri Batara
  • Faiz Zahid Zain

PEMUSIK:

  • Romasyah Saputra
  • Rio Katama
  • M.Fiqih Agusfian
  • Said Rahmad Hidayat
  • Dhany Dahlan
  • Fiqih Sanjaya
  • Rozazi
  • Budiman
  • Busar
  • Moehammad Noer

1. Judul Tarian: Rentak Ketakung

Tarian ini menceritakan tentang suatu kebiasaan masyarakat Bangka pada zaman dahulu, mereka sering mencari tumbuhan yang hidup di rawa-rawa. Tumbuhan ini biasa disebut ketakung (ketuyut) yang disamping banyak kegunaannya, tumbuhan tersebut juga banyak manfaatnya antara lain berfungsi sebagai tali pengikat dan sebagai obat penurun panas yang digunakan oleh orang-orang ahli pengobatan dari negeri cina. Saat ini tumbuhan tersebut hampir punah dan kegunaan serta manfaatnya pun banyak tidak diketahui oleh orang banyak, selain dari pada itu tumbuhan tersebut bisa menjadi tanaman hias, dan yang terpenting dari makna tumbuhan tersebut adalah melambangkan kerukunan masyarakat Bangka yang terdiri dari berbagai macam suku-suku. Tetapi, dapat hidup bersatu, rukun dan damai.

Penata musik          : Faizal dkk

Penata tari              : Rhima dkk

Penata busana       : Nur hidayah

Penata rias              : Evi

2. Judul tarian: Ngelimbang

Tarian ini menceritakan tentang keceriaan masyarakat pada saat mendulang timah/ngelimbang sebagai mata pencaharian yang dominan dilakukan oleh masyarakat bangka dengan riang gembira untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Penata musik: Faizal dkk

Penata tari: Selvi dkk

Penata busana: Nur Hidayah

Penata rias: Evi

3. Judul tarian: Gajah Menunggang

Garapan tari Gajah Menunggang terinspirasi dari kehidupan masyarakat suku sawang yang merupakan salah satu suku asli masyarakat provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mendiami daerah perairan atau pesisir pantai pulau bangka.

Gajah Menunggang yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti “naik perahu” akan digambarkan menjadi sebuah tarian tentang Bujang Awang dan Dayang Inak yang menjalani suka duka kehidupan sebagai “orang laut”.

Materi yang menjadi sumber garapan adalah gerakan dan irama dari:

  • Tari zapin melayu
  • Dambus
  • Kedidi
  • Campak dalung
  • Rodat
  • Lingkang bingkung sawang

Penata tari: Agus Gunadi

Penata musik:Rio Katama

Penata rias/busana:Ambar Lestari                                 

SANGGAR SENI: SETANJUNG BALAI

1. Judul Tarian: Tari Ngasem

“Ngasem” adalah suatu ungkapan orang bangka khususnya daerah perkampungan, dimana orang yang sedang mengalami jatuh cinta namun orang yang dicintai tidak menaruh perhatian kepadanya atau diistilahkan cinta bertepuk sebelah tangan.

Dalam tarian ini dikisahkan, para pemuda kampung sedang bercanda sambil menari tarian kedidi, gerakan pada tarian ini terinspirasi dari gerak gerik kaki dan sayap burung kedidi, juga gerak tari serta pencak tradisi kedidi dari Desa Mendo Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, provinsi kepulauan Bangka Belitung dengan asesoris busana menggunakan biji buah karet. Ketika para pemuda sedang asik menari, gadis-gadis cantik setempat datang melihat tarian mereka.

Melihat gadis-gadis ini, para pemuda pun mencoba menarik perhatian. Salah satu pemuda jatuh cinta pada satu di antara gadis-gadis, namun cintanya tidak diketahui walaupun dia sudah memperlihatkan sikap menarik hati, karena perhatian si gadis tertuju pada pemuda lain yang menurutnya lebih menarik. Akhirnya, si pemuda melepaskan cintanya dan mencari cinta pada gadis yang lain.

Penata tari: Endang Prasetyo dan Desti Natalia

Penata musik: Dodi, Lani dan kawan-kawan

Penata rias/busana: Endang Prasetyo

Alat-alat musik yang digunakan dalam pementasan:

  • Dambus 1
  • Jimbe 2
  • Gendang Melayu/Marwas 1
  • Beduk 1
  • Tawak-tawak 1
  • Perkusi

Nama-nama pemusik:

  • Dodi kurniawan (dambus+vokal)
  • Lani (gendang melayu)
  • Rendy Novian (Jimbe 1)
  • Hendy Ramdani (Jimbe 2)
  • Desi Dwita (vokal)
  • Rian Febriansyah (tawak-tawak)
  • Anat Syahputra (bedug)
  • Hermansyah (perkusi)

Nama-nama penari:

Penari Wanita:

  • Isra Miati
  • Ade Intan Damayanti
  • Ghassani Aqmar
  • Eka Sari

Penari Pria:

  • Maulana
  • Junaidi Yaman
  • Feriyanto
  • Sartono
  • Gusti

 

Sumber: 
Booklet Festival Serumpun Sebalai VIII Tahun 2012
Penulis: 
Disbudpar Babel

Artikel Lainnya

13 Jul 2017 | Rusni
10 Jan 2017 | Rusni
31 Dec 2016 | Yuyun Tri Widowati
31 Dec 2016 | Yuyun Tri Widowati

Artikel Populer

07 Sep 2015 | Rusni
14 Jan 2015 | Syekh Ahmad Sobri (Translator)
09 Mar 2015 | BPS Babel dan Disbudpar Babel
27 Apr 2015 | DR. Budi Brahmantyo