Tingkatkan Kenyamanan Wisatawan Dengan Hotel Tersertifikasi

Pangkalpinang – Sebagai bagian dari salah satu unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas), yakni amenitas, hotel harus beroperasi sesuai standar yang telah ditentukan dan tersertifikasi, agar wisatawan mendapatkan kenyamanan yang diharapkan ketika berkunjung ke Bangka Belitung.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kelembagaan Pariwisata, Darnis Rachmiyati dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saat membuka acara Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Pariwisata Dalam Pembangunan Kepariwisataan, di Hotel Bangka City, Pangkalpinang, Selasa (5/3/2019).

Darnis mengatakan bahwa forum ini guna memberikan informasi sekaligus pemahaman tentang sertifikasi usaha hotel bagi pengusaha hotel di Bangka Belitung.

“Selain menjadi media komunikasi bagi para pemangku kepentingan pariwisata yang dalam hal ini pengusaha hotel, forum ini ingin memberikan informasi dan juga pemahaman kepada para peserta tentang pentingnya sertifikasi usaha hotel,” kata Darnis.

Darnis juga mengatakan bahwa penyelenggaraan forum ini juga sebagai upaya dalam rangka menyukseskan 20 juta kunjungan wisatawan tahun 2019.

“Sesuai yang ditargetkan Kementerian Pariwisata bahwa tahun 2019 menargetkan 20 juta wisatawan ke Indonesia. Sebagai salah satu destinasi prioritas, kita harus dalam kondisi siap menjamu wisatawan. Semua kelengkapan diharapkan dapat sesuai standar yang ditetapkan,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Komaruddin Latief Yusfeirosyid, Kepala Sub Bagian Penjualan dan Hubungan Pelanggan PT. Sucofindo selaku narasumber mengatakan bahwa adanya hotel yang tersertifikasi membuat tamu atau wisatawan merasa nyaman.

“Kalau usaha hotelnya sudah tersertifikasi, wisatawan pun tidak akan khawatir. Karena hotel yang tersertifikasi berarti sudah memenuhi standar bahwa kualitas produknya terjamin, pelayanan dan pengelolaannya juga terjamin,” kata Latief.

Disamping itu, Latief juga menyampaikan bahwa standar usaha hotel juga memberikan perlindungan bagi sejumlah pihak terkait.

“Standar usaha hotel memberikan perlindungan kepada tamu, pengusaha hotel, tenaga kerja, dan masyarakat, baik untuk keselamatan, kenyamanan, keamanan, kemudahan, dan pelestarian lingkungan hidup.” katanya.

Forum diikuti oleh ±35 orang peserta yang berasal dari usaha hotel kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Para peserta diberikan pengetahuan seputar Sertifikasi Usaha Pariwisata yang dalam hal ini adalah hotel. Sebelum penutupan acara, para perwakilan setiap usaha hotel menandatangani kesepakatan tentang Sertifikasi Hotel Menuju Pelayanan Prima.

 

Penulis  : Ernawati Arif

Foto        : Rafiq Elzan