Wonderful Sail 2 Indonesia Berlayar, Berwisata Menjelajah Kemaritiman Indonesia

 

Wakil Bupati Bangka Rustamsyah mengalungkan syal cual kepada para yachter saat acara penyambutan di Parai Beach Resort, Bangka, Rabu (4/10/2017).

 

           

Sungailiat, Bangka – Kedatangan ±32 yachter dari sejumlah negara di area wisata Pantai Parai Beach Resort disambut dengan suguhan musik dan tarian tradisional khas Bangka Belitung, serta barisan anak-anak Sekolah Dasar (SD). Rustamsyah Wakil Bupati Bangka bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung diwakili Rivai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel), beserta sejumlah pejabat daerah lainnya mengalungkan bunga dan syal cual saat seremonial penyambutan.

Kedatang para yachter ini dalam rangka penyelenggaraan iven Wonderful Sail 2 Indonesia tahun 2017 (WS2I), yakni pengalaman berwisata dengan berlayar menjelajahi pulau-pulau yang ada di Indonesia dimulai dari New Zealand menuju Singapura (Marina Bay). Sebagai penyelenggara, Raymond T. Lesmana berkoordinasi dan didukung oleh Kementerian Pariwisata RI dan Kementerian Koordinator Maritim RI, serta Pemerintah Daerah baik kabupaten mau pun provinsi.  

Raymond mengatakan ada perubahan pada titik labuh dari tahun lalu. Dibutuhkan koordinasi pemda untuk membantu menentukan titik labuh pada pelaksanaan tahun berikutnya, sehingga acara penyambutan dapat dimulai langsung dari titik labuh.

“Perbedaan tahun lalu mereka berlabuh di depan Parai, namun karena kondisi ombak tidak bersahabat, jadi tahun ini mereka pindah ke pantai Matras.  Karena kondisi laut menentukan mereka bisa tidur di kapal atau tidak. Sehingga, tahun depan pemda harus memikirkan atau menentukan lokasi berlabuh untuk kedepannya, agar acara bisa kita mulai dari tempat dimana mereka berlabuh,” kata Raymond usai acara penyambutan di Pelangi Restaurant, Parai Beach Resort, Bangka, Rabu (4/10/2017).

Raymond juga menjelaskan ada 4 hal utama yang harus dilakukan bersama pada penyelenggaraan sail ini, antara lain promosi pariwisata, hospitality, pendidikan informal, dan dampak ekonomi.

“Konsep tahun depan simple saja, namun kunjungan ke Parai ini memiliki 4 tujuan penting, yakni melakukan upaya promosi yang bagus dan tepat, karena mereka akan bicara titik dimana mereka singgah, langsung pada saat itu juga. Kemudian, hospitality kita sebagai bangsa Indonesia. Ketiga, pendidikan informal yang akan diterima oleh masyarakat, anak-anak sekolah atau pun anak-anak muda. Dan keempat yang paling sulit dan harus dilakukan adalah dampak ekonomi. Dampak ekonomi bukan diharapkan, tapi diarahkan. Kita harus membuat sedemikian rupa supaya mereka mau berbelanja, jalan-jalan, menginap di hotel, dan lain sebagainya. Banyak yang harus kita lakukan, karena marketing dan promotion membutuhkan usaha,” jelas Raymond.

Pelayaran WS2I dimulai sejak 23 Juli hingga 20 Oktober 2017. Kapal-kapal berangkat dari Opua, New Zealand dan kemudian dilanjutkan ke Royal Papua Yacht Club, Port Moresby, Papua Nugini. Para yachter membutuhkan waktu selama 3 bulan untuk berlayar mengelilingi dan menikmati keindahan satu pulau.

Para yachter disuguhi dengan berbagai keindahan alam pulau-pulau di Indonesia, terutama kemaritimannya. Dimulai dari Maluku Tenggara, Banda Neira, kemudian ke bagian selatan Namrole Pulau Buru dan menuju Wakatobi.

Selanjutnya, pelayaran  bergeser ke selatan Indonesia, yakni Pulau Andora dan Maumere, Maurole, Ende, dan Labuan Bajo. Dilanjutkan ke Sumbawa, Lombok, dan juga Bali. Setelah itu, kapal-kapal singgah di Kalimantan, yakni di Kumai, Kotawaringin Barat.

Pulau Bangka merupakan salah satu titik labuh dari sejumlah tempat yang menjadi destinasi terakhir dalam pelayaran, di bagian barat Indonesia selain Benan di Natuna, Tanjung Pinang, dan berakhir di Batam.

       

Penulis                 : Ernawati Arif

Editor                   : Yuliarsih

Updater                : Rafiq Elzan

            Dokumentasi        : Rafiq Elzan