OWUN / NGENJUNGAK

Obyek Wisata Unik Ngenjungak (OWUN) merupakan wisata edukasi yang menyajikan beragam informasi seputar pariwisata dan seni budaya Belitung Timur serta beberapa sajian menarik lainnya. Wisata yang pertama kali dibuka pada tahun 2014 ini memang unik dan menarik. Pasalnya wisata ini berada di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Belitung Timur yang telah didesain sedemikian rupa.
 
Nama Ngenjungak yang merupakan bahasa Belitung pada wisata ini sendiri memiliki arti yaitu berkunjung dan melihat-lihat ke suatu tempat dengan waktu yang tidak terlalu lama. Di sini pengunjung yang datang memang akan banyak melakukan kegiatan pengamatan (melihat-lihat) beberapa koleksi yang dimiliki OWUN. Wisatawan dapat berkunjung setiap hari kerja dari pukul 08.00 sampai 16.00, dan dari pukul 09.00 sampai 15.00 pada Sabtu dan Minggu. Lokasi wisata ngenjungak terletak di Jalan Raya Gantung, Desa Ngarawan, Kota Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Dari bandara H.AS.Hanandjoeddin jarak tempuhnya sekitar 67 Km atau 1 jam 10 menit dengan menggunakan kendaraan roda empat. Karena letaknya di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur, maka akses jalan sangat baik dan aman dilalui.
 
Di lokasi ini, wisatawan akan disuguhkan hal-hal yang menarik, mulai dari berbagai jenis kerajinan khas Belitong seperti peralatan tradisonal masyarakat sampai barang-barang peninggalan kapal tenggelam yang dipajang di teras depan. Disediakan pula foto baju adat Belitung yang dapat digunakan oleh wisatawan untuk berfoto seakan - akan sedang menggunakan pakaian adat Belitong. Pengunjung cukup memasukan  kepala ke dalam lobang kepala yang sudah disediakan tanpa harus repot mengenakan pakaian adat.
 
Wisatawan juga dapat melihat Spot Sejarah di Ngenjungak. Spot ini adalah pojok untuk memamerkan barang-barang yang biasa digunakan oleh masyarakat jaman dulu. Di Museum Kopi Mini, wisatawan bisa menjumpai beberapa jenis kopi dari berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta dari beberapa daerah di Indonesia. Museum ini dibuat untuk memperkuat citra Manggar sebagai ibu kota Kabupaten Belitung Timur dengan julukannya sebagai “Kota 1001 Warung Kopi”.
 
Jika sedang beruntung, wisatawan yang berkunjung ke sana juga dapat melihat atraksi memberi makan buaya muara bernama Bon Bon  yang telah dipelihara sejak kecil oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur. Sementara, Mon Mon adalah nama seekor hewan nocturnal tarsius (Chepalopacus Bancanus Saltatore), yang oleh masyarakat Belitong disebut Pelilean.
 
 
Ngenjungak juga memiliki Ruang Budaya yang menjadi etalase berbagai artefak budaya masyarakat Pulau Belitong. Salah satu artefak yang dipamerkan adalah alat-alat  permainan magis Antu Bubu dan foto-foto saat permainan itu berlangsung. Pada waktu tertentu, terdapat pula atraksi Batu Berputar yang sangat unik, dimana wisatawan dapat menginjak sebuah batu yang akan berputar sesuai arah putaran yang dipikirkan. Di Ruang Budaya, juga terdapat Pelaminan Belitung, yang dapat dijadikan tempat berfoto dengan latar pernikahan adat Belitong. Di depan pelaminan terdapat tiruan makanan yang disajikan di atas dulang, yang disesuaikan dengan tata cara adat masyarakat Belitong ketika melakukan Makan Bedulang.
 
Pada saat mengunjungi ngenjungak, wisatawan akan ditemani oleh guide atau pemandu wisata. Banyaknya pemandu yang menemani tergantung pada jumlah rombongan yang datang berkunjung. Selain menemani, pemandu wisata ngenjungak akan menjelaskan segala hal yang kita temukan, seperti asal dari suatu benda atau asal dari kopi yang ada di Ngenjungak. Ada catatan khusus bagi pengunjung yang datang kemari, selama berada disini, wisatawan harus bisa menjaga sikap untuk menjaga kebersihan. Selain itu Anda juga dilarang untuk membuat keonaran atau bahkan merusak koleksi yang ada di Ngenjungak. Tak perlu khawatir saat mengunjungi Ngenjungak, karena terdapat fasilitas umum seperti toilet yang bersih, tempat ibadah, tempat istirahat, serta area parkir yang luas, sehingga wisatawan yang datang berkunjung tetap nyaman berwisata di sini.
Penulis: 
Jenny Rizal

Artikel Lainnya

24 Dec 2017 | Jenny Rizal
20 Dec 2017 | Zahra Afifah
20 Oct 2017 | Various
13 Jul 2017 | Rusni
10 Jan 2017 | Rusni

Artikel Populer

07 Sep 2015 | Rusni
13 Jul 2017 | Rusni
09 Mar 2015 | BPS Babel dan Disbudpar Babel
14 Jan 2015 | Syekh Ahmad Sobri (Translator)