Keberhasilan Guide Berperan bagi Masa Depan Pariwisata Bangka Belitung

Pangkalpinang – Pemandu wisata atau guide sangat lah penting dalam pariwisata. Keberhasilan pemandu wisata melayani wisatawan akan memberikan dampak positif bagi kepariwisataan Bangka Belitung, begitu juga sebaliknya. Dapat dikatakan bahwa pemandu wisata bagian dari ujung tombak dalam pariwisata.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel), Rivai saat membuka kegiatan Sertifikasi Guide, di Hotel Menumbing Heritage, Pangkalpinang, Selasa (13/3/2018).

Dalam sambutannya, Rivai juga mengatakan bahwa pariwisata adalah masa depan bagi Bangka Belitung, dimana para pemandu wisata juga memiliki peran di dalamnya. “Bisa saya katakan bahwa bagi Bangka Belitung, pariwisata adalah masa depan. Apakah ini dapat diuji atau teruji, tergantung bapak ibu semua yang di ruangan ini,” kata Rivai.

3 orang assesor pada sertifikasi guide ini, yakni Irwan, Yohan, dan Ari Susanti, serta didampingi oleh Indra Bhuwana yang mewakili Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Pusat Jakarta.

Indra menyampaikan terdapat sejumlah hal krusial yang harus diperhatikan para guide. “Menjadi guide itu bukan hanya modal bicara saja, tapi harus paham dimana letak hal yang paling krusialnya, yakni saat proses transfer in dan out para tamu atau wisatawan yang dibawa,” kata Indra yang ditemui saat rehat kopi.

Selain itu, lanjut Indra, hal penting lainnya adalah standar penampilan, bahasa tubuh, dan disiplin terhadap panduan rencana perjalanan (itinerary).

“Ketika membawa tamu penampilan harus bersih, rapi, dan wangi. Bahasa tubuhnya juga harus baik. Serta harus bisa tepat sesuai jadwal perjalanan yang sudah dibuat,” tuturnya.

Indra mengatakan bahwa pedoman perjalanan wisata atau itinerary yang telah dibuat sebaiknya disepakati sebelum berjalan agar tidak menimbulkan kendala lainnya.

“Waktu menjemput tamu, sepakati dulu itinerary-nya. Jangan sampai terkendala hanya karena keinginan satu-dua tamu. Diperhatikan juga apakah ada spare waktu. Kalau tidak ada, jangan disanggupi. Disampaikan saja bahwa itu sudah sesuai itinerary,” kata Indra.

Kegiatan sertifikasi ini diselenggarakan selama 3 hari, hingga Kamis (15/3). Hari pertama, para peserta akan diminta mengisi formulir aplikasi, assessement diri/mandiri, dan tes tertulis. Dilanjutkan dengan praktek di hari kedua. Dan wawancara mendalam pada hari ketiga.

Sebanyak 44 orang peserta mengikuti sertifikasi ini berasal dari 5 kabupaten/kota di Pulau Bangka. 12 orang diantaranya merupakan peserta yang melakukan perpanjangan sertifikat atau disebut Recognition of Current Competency (RCC).

Bagi peserta yang baru mengikuti sertifikasi, disyaratkan untuk menyerahkan pas foto 3x4 sebanyak 2 lembar, fotokopi ijazah terakhir, fotokopi kartu identitas, dan bukti bekerja sebagai guide. Sementara peserta RCC, selain persyaratan tersebut juga ditambahkan dengan portofolio selama 3 tahun dilengkap surat tugas dan dokumentasi, tanpa disyaratkan praktek.

Kegiatan yang bermaksud melakukan pengumpulan data terhadap tenaga guide yang tersertifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas guide yang ada agar dapat semakin mendukung perkembangan pariwisata Bangka Belitung. Selain itu, juga untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja pariwisata yang berkompeten di bidangnya.

 

Penulis : Ernawati Arif (Prahum Disbudpar Babel)

Foto      : Rafiq Elzan