Sisipkan Kearifan Lokal dalam RIPPARKAB Bangka Tengah

avatar Visit Bangka Belitung
Visit Bangka Belitung

Pangkalpinang – Kearifan lokal akan disisipkan dalam penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten atau RIPPARKAB Bangka Tengah.

Demikian dikatakan Edi Purwanto, Ketua Pansus I DPRD Bangka Tengah dalam kunjungan kerjanya ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel), di ruang rapat Disbudpar Babel, Air Itam, Pangkalpinang, Jum’at (8/3/2019).

“Bangka Tengah tidak memiliki pantai tandingan seperti Belitung. Kami ingin mengangkat kearifan lokal yang ada di kami. Agar RIPPARKAB Bangka Tengah beda yang lainnya. Bukan copy paste,” kata Edi.

Kunjungan kerja ini dilakukan berkaitan dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Tengah tentang RIPPARKAB Bangka Tengah Tahun 2019-2025.

Kepala Disbudpar Babel diwakili Sekretaris, Engkus Kuswenda mengatakan bahwa koordinasi dan sinkronisasi dibutuhkan dalam pengembangan pariwisata.

“Pentingnya pertemuan seperti ini, dimana kita bisa saling berkoordinasi dan melakukan sinkronisasi agar dapat melakukan upaya pengembangan pariwisata secara terpadu,” kata Engkus yang memimpin jalannya pertemuan.

Yuliarsyah, Kepala Seksi Daya Tarik Wisata, Bidang Destinasi Pariwisata menjelaskan bahwa penyusunan RIPPARKAB harus disesuaikan dengan tema yang ada di Rencana Tata Ruang Wilayah.

“RIPPARKAB harus disesuaikan dengan tema RTRW, agar nantinya pengaturan ruang dan wilayah tidak sulit nantinya,” kata Yuliarsyah.

Kepala Bidang SDP, Ekraf, dan Kelembagaan Pariwisata, Darnis Rachmiyati meminta agar pengembangan pariwisata di Bangka Tengah tidak melupakan sumber daya pariwisatanya.

“Saya minta nanti penyusunan RIPPAKAB Bangka Tengah tidak melupakan sumber daya pariwisa dan juga ruang kreatif. Sumber daya pariwisata penting karena sebagai penyambung lidah kepariwisataan Bangka Tengah kepada wisatawan,” pinta Darnis.

Poin penting lainnya juga disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan, Zuardi yang mengatakan bahwa kebudayaan menjadi essensi dalam menciptakan daya tarik wisata.

“Wisatawan berkunjung ke Bali bukan hanya karena pantainya, tapi juga karena kentalnya budaya Bali yang bisa dilihat hampir disetiap sudut Pulau Bali,” kata Zuardi.

Sementara Kepala Sub Bagian Perencanaan, Firmansyah menyarankan agar penyusunan RIPPARKAB juga memperhitungkan KEK pariwisata Tanjung Gunung.

“Mohon dalam penyusunan RIPPARKAB nanti, mulai dapat memperhitungkan KEK pariwisata Tanjung Gunung. Tentukan mana lokasi primer dan sekundernya,” saran Firman.

Kunjungan kerja yang diikuti oleh sebelas Anggota Pansus I DPRD Bangka Tengah ini dilanjutkan dengan konsultasi mendalam, guna menggali hal-hal yang penting dipertimbangkan dalam penyempurnaan RIPPARKAB Bangka Tengah.

 

Penulis  : Ernawati Arif

Foto       : Ernawati Arif