Buka Kegiatan Rencana Aksi Kawasan Strategis Pariwisata Tahun 2019, Begini Pesan Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Babel…

avatar Imelda
Imelda

PANGKALPINANG - Pembangunan di bidang Pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang memiliki dua pulau, yakni Pulau Bangka dan Pulau Belitung harus segera di tata dengan lebih terintergrasi untuk proses percepatan pengembangan sektor pariwisata yang terus dilakukan sejak terbentuknya Provinsi ini.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata secara kontinyu melakukan kegiatan/program pembangunan di bidang pariwsata yang tentunya selaras dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Babel masa bhakti 2017-2022.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Rencana Aksi Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi, Pangkalpinang, Mendo Barat, Bangka Tengah dan sekitarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan Rabu (25/09/2019) pagi, bertempat di Ballroom Bangka City Hotel Pangkalpinang itu, dilakukan dalam rangka pengembangan kawasan strategis pariwisata Provinsi,  bersinergi dengan Pemda Kabupaten/Kota di Babel. 

Pada kegiatan itu, juga menghadirkan narasumber dari Pusat Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata (P2Par) Institut Teknologi Bandung, yakni Koordinator Bidang Pengembangan Organisasi dan Sumber Daya Manusia, Ina Herliana Koswara, Budayawan Kota Pangkalpinang, Akhmad Elvian.

Inti dari kegiatan tersebut, dijelaskan  Rusni Budiati selaku Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disbudpar Babel,  adalah mendapatkan masukan atas usulan 3 kawasan di dalam KSPP Pangkalpinang,  Mendo Barat, Bangka Tengah dan sekitarnya, yang akan didetailkan rencana aksinya, yaitu koridor di sekitar Jalan Muhidin Pangkalpinang, Kawasan di Kota Kapur dan Kawasan disekitar Mangrove Desa Kurau.

"Ketika kita bicara pengembangan Pariwisata di Pulau Bangka dan Pulau Belitung tidak semata-mata menjadi beban Dinas Pariwisata baik itu Pemprov. Babel maupun di Kabupaten/Kota, melainkan hal itu telah menjadi tanggung jawab kita selaku masyarakat Bangka Belitung, baik itu Pemerintah Provinsi/Pemda 

Kabupaten/Kota, pelaku usaha di bidang pariwisata yang ada di Babel dan juga seluruh elemen masyarakat," jelas Rusni.

Ia menambahkan, Pengembangan sektor unggulan Pariwisata di Babel harus segera dilakukan dengan lebih terintegrasi, melibatkan semua pihak baik Pemerintah selaku stakeholder, Swasta, Akademisi dan masyarakat harus saling bersinergi dan terus melakukan sinkronisasi di bidang pariwisata dalam rangka percepatan proses pengembangan pariwisata di Babel.

Dengan terus berkembangnya sektor pariwisata di Bangka Belitung, masih kata dia, akan memberikan dampak positif bagi tingkat perekonomian masyarakat Babel, dan tentunya akan berimbas pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah Babel.

Penulis : Agus