Disbudpar Babel Terima Kunjungan Bagian Dikbudpora Biro Yanbangsos Setda Provinsi Jawa Barat

avatar Imelda
Imelda

Pangkalpinang. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima kunjungan kerja dari Bagian Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Biro Yanbangsos Setda Prov. Jawa Barat beserta tim hari ini, Senin (18/19). Kunjungan ini diterima langsung oleh Sekretaris Disbudpar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,  didampingi oleh Kepala Bidang Kebudayaan serta Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran. 

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mengetahui dan berdiskusi mengenai indikator keberhasilan Bangka Belitung sebagai salah satu Provinsi yang memperoleh Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) dengan nilai di atas angka nasional. 

“ Kunjungan kerja ini sesuai dengan tupoksi Bagian Dikbudpora Biro Yanbangsos Setda Prov. Jabar yakni melakukan fasilitasi, koordinasi dan pelayanan yang terbagi pada tiga  Sub. Bagian Salah satunya Sub. Bagian Kebudayaan. Kami (Bagian Dikbudpora Biro Yanbangsos Setda Prov. Jabar) ingin memperoleh informasi mengenai kiat-kiat dan strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sehingga daerah ini berhasil memperoleh IPK di atas rata-rata nasional. Untuk Jawa Barat sendiri masih berada di bawah angka pencapaian Bangka Belitung” ujar Diding Wahyudin, selaku Kepala Bagian Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Biro Yanbangsos Setda Prov. Jawa Barat saat memberi penjelasan mengenai tujuan kegiatan ini.

Diding menambahkan bahwa keberhasilan Bangka Belitung ini membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin mengetahui indikator percepatan pembangunan kebudayaan di Bangka Belitung.  
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disbudpar Prov. Babel melalui  Sekretaris Disbudpar,  Rudy Mahardy, mengatakan bahwa pada tahun 2018, Bangka Belitung termasuk dalam 13 provinsi  di Indonesia yang memperoleh nilai IPK di atas angka Nasional. 

Sebagaimana diketahui, bahwa IPK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada di posisi ke 11 dari 13 Provinsi  yang nilai  IPKnya  berada di atas angka nasional . Nilai IPK Kepulauan Bangka Belitung  54, 37. Angka ini lebih besar dari angka IPK nasional yakni di angka 53,74.

“ Percepatan pengembangan dan pelestarian kebudayaan di Bangka Belitung ini tidak terlepas dari penetapan Bangka Belitung sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas di Indonesia. Komitmen kami (Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung), percepatan pengembangan pariwisata sejalan dengan pengembangan kebudayaan mengingat Bangka Belitung kaya akan seni dan budaya “ jelasnya. 
Hal yang sama diuangkapkan oleh Kabid Kebudayaan Disbudpar, Engkus Kuswenda bahwa keberhasilan Bangka Belitung dalam mengembangkan dan melestarikan budaya Bangka Belitung tidak terlepas dari pengalaman daerah lain di Indonesia. Selain itu komitmen Pemerintah Provinsi Bangka Belitung serta masyarakat merupakan salah satu indikator pencapaian IPK tersebut.

“ Rencana dan Strategi Disbudpar Prov. Babel bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan berbasis budaya lokal. Dari sini dapat kita lihat bagaimana komitmen pemerintah dalam melestarikan budaya lokal dan menjadikannya sebagai Daya Tarik Wisata (DTW) di Bangka Belitung. Keberagaman etnis di Bangka Belitung melahirkan keberagaman seni dan budaya” ujar Engkus saat memaparkan strategi Disbudpar dalam mengembangkan kebudayaan dan pariwisata di Bangka Belitung.

Lebih jauh lagi beliau mengungkapkan bahwa sampai saat ini masyarakat Bangka Belitung masih memegang teguh budaya leluhurnya. Bangka Belitung memiliki 537 ragam tradisi diantaranya permainan tradisional, sastra lisan, makanan dan lain sebagainya. 

“ Tujuan kegiatan serta program-program pelestarian budaya dan tradisi di Bangka Belitung,yakni agar masyarakat Bangka Belitung tetap memegang teguh budaya dan tradisi agar tidak terpapar dari budaya luar. Pelestarian budaya dari berbagai etnis yang tinggal di sini (Bangka Belitung) juga merupakan simpul untuk mempersatukan masyarakat di Bangka Belitung. Oleh karena itu, pemerintah tetap mengambil bagian dalam mendukung setiap pegelaran budaya di Bangka Belitung” ujarnya.

Ekarina Okteviani, Kasubag Kebudayaan Bagian Dikbudpora Biro Yanbangsos Setda Prov. Jabar juga mengapresiasi keberagaman etnis di Bangka Belitung. Menurutnya Bangka Belitung memiliki daya tarik wisata religi yang yang beragam. 
“ Pengembangan dan pelestarian kebudayaan merupakan hal yang wajib dan ini perlu pembinaan yang berkelanjutan (longterm). Saya melihat bagaimana tradisi di sini masih tetap dipertahankan, salah satunya tradisi Cheng Beng dimana banyak perantau yang kembali ke Bangka untuk mengikuti kegiatan tersebut “ ungkap Ekarina.

Kegiatan ini diakhiri dengan pertukaran cinderamata berupa plakat dan foto bersama.